Nagabonar (jadi) 2 merupakan film yang apik garapannya. Ceplas-ceplos, jujur, jenaka dan satu lagi pintar, dalam memandang Indonesia dan mencoba mencermati ketidakberesan modernitas dari kacamata pejuang kemerdekaan (Nagabonar) sebagai pelajaran bagi generasi muda. Itulah kekuatan film ini dan memang sengaja dibuat oleh Deddy Mizwar seperti yang diungkapnya dalam press confrence di Hotel Jayakarta, Selasa, 27 Maret 2007. Saya tanpa sengaja mendapat undangan dan berkesempatan menghadiri premiere (pemutaran perdana) film ini. Padahal film ini akan tayang secara nasional tanggal 29 Maret 2007.
Pesan-pesan moral (agama) cukup banyak diangkat dalam film ini. Bagaimana mendalami ajaran agama, sebagai orang yang modern sekalipun, shalat tidak boleh ditinggal. Ucapan bahasa Inggris yang faseh tetap tidak malu mengucapkan “Insya Allah”, meskipun di depan ekspatriat asing. Bagaimana menegor orang-orang yang malas, bagaimana potret pejabat sekarang, bagaimana seharusnya para pemuda Indonesia menyikapi hidup, bagaimana kebebasan berekspresi benar-benar harus dikembangkan. Dan yang paling hebat dalam film ini adalah pesan moral terhadap penghormatan kepada orang tua. Deddy Mizwar berhasil membius penonton dengan pesan-pesan moral itu.
Nasionalisme pun digambarkan cukup centang perenang dalam adegan-adegan yang jenaka, tapi sesekali mampu mengucurkan air mata. Tidak terasa saya sendiri begitu haru ketika Nagabonar mengunjungi makan pahlawan di Kalibata. Di situ dia hormat namun sebelum hormat dia bertanya kepada supir “benarkah mereka itu pahlawan kemerdekaan?” Lalu ketika benarkan oleh supir bajajnya, Nagabonar sang jenderal itu, menghormat penuh heroik. Hentakan drum dari grup musik Padi, menyanyikan “dari yakin ku teguh” benar-benar berhasil membujuk emosi penonon untuk larut dalam heroik kepahlawanan. Tidak terasa banyak yang menangis dalam sesi-sesi seperti ini. Salah seorang budayawan, Syu’bah Asa mengaku “saya menangis terus, saking harunya.”
Tema cinta dalam film ini begitu kentara. Namun menurut Tora Sudiro dalam sesi press conference sebelum premiere mengatakan : “jangan harap bisa melihat pretty woman di film ini. Tidak ada buka-bukaan sebab yang membuat Pak Haji”. Memang benar tidak ada adegan mesum, horor, semuanya berpakaian modern dan terhormat namun tidak kalah lucunya. Tema cinta dalam film ini sangat meluas. Cinta tanah air, cinta ayah kepada anaknya dan sebaliknya, cinta kepada pejuang kemerdekaan, cinta kepada pekerjaan, cinta kepada kejujuran dan masih banyak sekali tema cinta digelar dalam setiap sesi adegan hampir tidak pernah membosankan.
Hingga akhir film ini pesan moral itu masih jelas. Nagabonar tidak jadi meninggal, padahal saat itu kritis gara-gara ia menjanjikan akan membelikan karpet di sebuah masjid yang lusuh dan akan digantikan dengan karpet baru. Tujuan pembelian karpet ini katanya, agar para pemuda bisa tertarik mengunjungi masjid. Saat mengerang keasaikan, ketika ingat janjinya, Nagabonar bangkit kembali dan tidak jadi mati. Seakan-akan dia mengatakan bahwa orang yang beramal sholeh akan dipanjangkan umurnya.
Film ini memang layak untuk ditonton oleh setiap generasi. Utamanya para pelajar, mahasiswa dan pemerhati budaya. Dengan durasi 2 jam dan diedarkan mulai besok. Hingga 4 bulan ke depan baru akan dibuat VCDnya dan 6 bulan berikutnya baru masuk televisi, kata Deddy Mizwar. Semoga sukses film Indonesia.
Film ini merupakan sekuel (sambungan) dari NAGABONAR, produksi 1986, yang saat itu sukses meraih prestasi kualitas (Film Terbaik FFI 1987) sekaligus mendulang prestasi dalam mengumpulkan jumlah penonton.
Diproduksi atas kerjasama PT Demi Gisela Citra Sinema dengan PT Bumi Prasidi Bi-Epsi, film “NAGABONAR jadi 2” (NBj2) didedikasikan kepada Almarhum Drs Asrul Sani yang telah menciptaan tokoh rekaan NAGABONAR, pencopet yang diangkat jadi Jenderal dalam perang kemerdekaan.
Setelah kemerdekaan, NAGABONAR (Deddy Mizwar) seorang diri berhasil membesarkan anaknya, BONAGA (Tora Sudiro), buah hati hasil pernikahannya dengan KIRANA (almarhumah), yang kini sukses jadi pengusaha di Jakarta.
Sebagai anak, BONAGA memiliki persamaan watak dan karakter dengan Bapaknya; jujur, bertanggungjawab, dan juga sama-sama tak mampu menyatakan cinta pada wanita. Dengan jiwa kepemimpinannya, BONAGA bersama POMO (Darius Sinathrya), RONNIE (Uli Herdinansyah), JAKI (Michael Muliadro), mengelola bisnis yang strategis. BONAGA bersama tiga sahabatnya merupakan cermin anak muda modern: metroseksual, pintar, cerdas, dan dinamis.
Konflik utama film ini adalah saat BONAGA dan sahabat-sahabatnya ingin ‘menjual’ kebun kelapa sawit milik Bapaknya di kampung halamannya Sumatra Utara, kepada investor dari Jepang untuk dijadikan sebuah resort. Tentu saja NAGABONAR sangat marah sebab di kebun itu terdapat tiga kuburan orang yang ‘selalu hidup’ di hati NAGABONAR: KIRANA – istrinya, MAK-nya, dan Si BUJANG – sahabatnya. “Apa kata dunia?”
MONITA (Wulan Guritno), konsultan bisnis BONAGA, yang cantik, mandiri, profesional, dan mencintai BONAGA, berusaha menjembatani konflik antara Bapak dengan anak itu.
Pertemuannya dengan UMAR (Lukman Sardi), anak seorang pejuang yang jadi sopir bajaj dan menjalani kehidupan sederhana, menjadi titik balik sikap NAGABONAR dalam melihat dunia dan kehidupan.
Dikemas dalam drama komedi, film “NAGABONAR jadi 2” sarat dengan pesan tentang: CINTA laki-laki dan perempuan, CINTA orangtua dan anak, CINTA dalam persahabatan, CINTA tanah air, termasuk CINTA dalam melihat “perbedaan”.
Bagi sobat yang ingin mendownload film jadul tapi banyak pesan moralnya ini, dapat mendownloadnya dibawah..
DOWNLOAD FILM NAGABONAR JADI 2
(Via Google Drive)



















0 komentar:
Posting Komentar